Skip to main content

Part 9 - SELF LOVE

Hai pembaca! Selamat datang di tulisan Zuhal Journey! kali ini saya mau bahas tentang self love, yang seringkali kita ga sadar selama ini kita menjadi manusia yang lupa diri karena terlalu sering melihat, mendengar, dan ingin menjadi seperti oranglain.

Menurut saya, self love adalah sebuah usaha manusia pada fase mencintai diri sendiri. Tentu ga semudah yang dibayangkan. Menjadi diri sendiri ga gampang lho! Faktor lingkungan sering menjadi salah satu penyebabnya.  Basicly manusia memang lemah ketika berhadapan dengan lingkungan, karena kita akan mudah terwarnai oleh lingkungan. Kita belum sampai pada bagaimana self love itu bekerja, saya sedikit mengawalinya dengan relation individu dengan lingkungan. Mau ga mau banyak dampaknya individu berinteraksi dengan lingkungan. 

Nah, secara langsung diri kita terbentuk oleh lingkungan. Seseorang menjadi seperti apa ya berdasarkan seperti lingkungan tempat dia hidup. lalu apa hubungannya dengan self love

Pada hakikatnya kebahagiaan hidup bukan tentang oranglain, bukan tentang menjadi apa atau siapa, bukan juga tentang bagaimana membuat semua orang suka sama kita. Tapi tentang yourself! kita sendiri yang bertanggungjawab atas kebahagiaan kita, bukan oranglain atau lingkungan. Mencintai diri sendiri adalah menjaga diri kita untuk selalu survive di setiap kondisi. 

Self Love merupakan antitesa manusia yang selalu mengeluh dan tidak bersyukur menjalani hidup. Seseorang yang selalu mebandingkan kehidupan dirinya dengan oranglain akan selalu merasa kurang bersyukur atas apa yang dia miliki. 

Sisi lain, self love ini akan membuat diri kita merasa tidak terbebani ketika sedang dalam masalah hidup. Serta yang perlu kita catat juga bahwa kita berhak bahagia atas diri sendiri, perkara oranglain suka atau tidak bukan urusan kita. Berani katakan "Tidak" ketika itu justru menyusahkan kita. Siap katakan "Iya" untuk kebermanfaat kita.

Satu satu nya orang yang mencintai kita tanpa pamrih ya diri kita sendiri, bukan oranglain :))

Comments

Popular posts from this blog

Part 14 - ATOMIC HABITS (Opini)

Kebiasaan-kebiasaan yang berulang setiap saat akan berdampak besar pada 'siapa' kita kelak. Siapapun kita, profesi apapun, usia berapapun kita saat ini, latar belakang bagaimanapun kita, adalah proses panjang akibat kebiasaan yang terus menerus berulang hingga menjadi 'apa' kita hari ini 'You are what you do!' Kamu adalah apa yg kamu lakukan, kalo kita bermalas-malasan ya kita adalah seorang pemalas, kalau kita membaca buku ya kita adalah pembaca buku, kalau kita menulis ya kita adalah penulis, kalau kita tidak melakukan apapun ya kita tidak akan jadi apapun Proses panjang pasti terjadi dan harus siap menghadapi segala resiko dan masalah yang ada didepan mata. Belajar lah dari kesalahan, habiskan kegagalan kita selagi masih ada kesempatan Lakukan hal-hal sederhana setiap hari, misalkan merapihkan tempat tidur di pagi hari, beribadah, membersihkan rumah, membaca buku, menyapa dan tersenyum dg orang sekitar, sedekah atau membantu org yg membutuhkan dan banyak hal ...

Part 16 - SEBUAH KISAH

Ada sebuah kisah di negeri yang nun jauh disana, kisah tentang kasih sayang Pemilik Alam Semesta terhadap penduduknya. Kisah yang menceritakan betapa dahsyat nya Allah Swt menyayangi hamba-hambaNya dengan musibah yg bisa menjadi teguran dan bisa menjadi ujian. Kisah yang menarik bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Pernah ada seorang ulama lembut nan mulia di negeri tersebut yang mengajarkan ikhlas di saat Allah memberikan musibah. Hal yg pertama yang di ucapkan adl 'Alhamdulillah'. Percaya dan menerima dg ikhlas bahwa itu takdir Allah Swt dan sbg hamba tidak ada yg bisa menolaknya. Lalu bagi scientist dan pemerhati lingkungan mengatakan bahwa perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam lah yang menjadikan musibah itu datang bertubi-tubi. Hutan di tebang, dan di bakar, persoalan sampah, perluasan lahan, kerusakan alam dimana-mana. Itu menjadi alasan kuat pandangan scientist, dan pemerhati lingkungan memberikan sudut pandang tersebut. Ternyata dalam Al-Qur'an Surat...

Part 15 - Share Your Happiness

Ada kebahagiaan yang begitu dalam pada saat kamu berbagi bukan? Letak kebahagiaan ada pada kebaikan memberi yang terbaik dari yang Tuhan titipkan Pernah merasakan demikian? Bahkan dalam konsep agama, memberi atau bersedekah adalah amalan penolak bala (keburukan), amalan yang dapat memperlipat gandakan rezeki, dan tentunya juga amalan kebaikan yang akan menolong pemiliknya di padang mahsyar kelak Namun, kita juga harus tahu bahwa secara scientist banyak ilmuwan yang meyakini perilaku peduli dengan orang lain dapat mengeluarkan endorfin pada otak sehingga akan memberikan sebuah perasaan yang positif atau bisa disebut dengan 'helper's high' Selain itu, kebaikan itu ternyata menular lho! Dengan berbagi kepada sesama, kebaikan tidak akan berhenti begitu saja, justru ada ripple effect untuk menjangkau kebaikan yang lebih besar Dan ada yang sangat penting dengan berbagi kebahagiaan akan menumbuhkan rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan, so apapun bentuk kebaikan nya. yuk b...