Skip to main content

Part 6 - LITERASI yang TERKIKIS (Opini)

Membangun budaya literasi di era sekarang menjadi pekerjaan rumah yang cukup banyak

Digitalisasi setiap interaksi sosial membuat masyarakat kita cenderung tidak lagi menyukai buku² bacaan, kita lebih suka membaca status di sosial media, stalking oranglain

Intensitas interaksi sosial semakin jarang terjadi, akibatnya kita cenderung kurang peka dengan kondisi sosial di sekitar

Dahulu orang dengan suka membaca, akan mudah baginya memahami dengan pola pikir dari hasil bacaan yg dia konsumsi setiap hari nya, sehingga membentuk literasi keilmuan berpikir yang baik

Namun kini kita sering temui mahasiswa berangkat ke kampus, dengan alat make up, cermin, dan gadget menjadi suatu keharusan dibawa didalam tas

Budaya literasi kita semakin terkikis dengan kondisi sosial masyarakat kita yg cenderung kurang suka bersosialisasi, maka tidak asing lagi jika timbul berbagai persoalan sosial yg bersumber dari sosial media

Tentu ini kondisi yg sangat mengkhawatirkan generasi masa depan, dimana mereka harus diberi tuntunan bukan drama² sosial media yg setiap waktu menimbulkan polemik, sehingga lupa dengan budaya ketimuran kita dengan berbudi luhur, beretika yg baik

Inilah tugas kita menjaga budaya Indonesia dengan segala kearifan lokalnya, boleh saja kita bermain sosial media, namun intensitas waktunya tidak perlu berlebihan, kita seimbangi dengan membaca buku² bacaan yg mampu mengasah keilmuan kita, mampu membuka pola pikir kita

Boleh saja kita melakukan aktifitas sosial media, namun perlu diperhatikan bagaimana menjaga nilai² agama dan norma sosial kita

Kita harus menjaga identitas budaya kita baik di sosial media maupun di dunia nyata

@zuhalqolbi

(Bumiayu, 2019)
____

Comments

Popular posts from this blog

Part 14 - ATOMIC HABITS (Opini)

Kebiasaan-kebiasaan yang berulang setiap saat akan berdampak besar pada 'siapa' kita kelak. Siapapun kita, profesi apapun, usia berapapun kita saat ini, latar belakang bagaimanapun kita, adalah proses panjang akibat kebiasaan yang terus menerus berulang hingga menjadi 'apa' kita hari ini 'You are what you do!' Kamu adalah apa yg kamu lakukan, kalo kita bermalas-malasan ya kita adalah seorang pemalas, kalau kita membaca buku ya kita adalah pembaca buku, kalau kita menulis ya kita adalah penulis, kalau kita tidak melakukan apapun ya kita tidak akan jadi apapun Proses panjang pasti terjadi dan harus siap menghadapi segala resiko dan masalah yang ada didepan mata. Belajar lah dari kesalahan, habiskan kegagalan kita selagi masih ada kesempatan Lakukan hal-hal sederhana setiap hari, misalkan merapihkan tempat tidur di pagi hari, beribadah, membersihkan rumah, membaca buku, menyapa dan tersenyum dg orang sekitar, sedekah atau membantu org yg membutuhkan dan banyak hal ...

Part 16 - SEBUAH KISAH

Ada sebuah kisah di negeri yang nun jauh disana, kisah tentang kasih sayang Pemilik Alam Semesta terhadap penduduknya. Kisah yang menceritakan betapa dahsyat nya Allah Swt menyayangi hamba-hambaNya dengan musibah yg bisa menjadi teguran dan bisa menjadi ujian. Kisah yang menarik bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Pernah ada seorang ulama lembut nan mulia di negeri tersebut yang mengajarkan ikhlas di saat Allah memberikan musibah. Hal yg pertama yang di ucapkan adl 'Alhamdulillah'. Percaya dan menerima dg ikhlas bahwa itu takdir Allah Swt dan sbg hamba tidak ada yg bisa menolaknya. Lalu bagi scientist dan pemerhati lingkungan mengatakan bahwa perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam lah yang menjadikan musibah itu datang bertubi-tubi. Hutan di tebang, dan di bakar, persoalan sampah, perluasan lahan, kerusakan alam dimana-mana. Itu menjadi alasan kuat pandangan scientist, dan pemerhati lingkungan memberikan sudut pandang tersebut. Ternyata dalam Al-Qur'an Surat...

Part 15 - Share Your Happiness

Ada kebahagiaan yang begitu dalam pada saat kamu berbagi bukan? Letak kebahagiaan ada pada kebaikan memberi yang terbaik dari yang Tuhan titipkan Pernah merasakan demikian? Bahkan dalam konsep agama, memberi atau bersedekah adalah amalan penolak bala (keburukan), amalan yang dapat memperlipat gandakan rezeki, dan tentunya juga amalan kebaikan yang akan menolong pemiliknya di padang mahsyar kelak Namun, kita juga harus tahu bahwa secara scientist banyak ilmuwan yang meyakini perilaku peduli dengan orang lain dapat mengeluarkan endorfin pada otak sehingga akan memberikan sebuah perasaan yang positif atau bisa disebut dengan 'helper's high' Selain itu, kebaikan itu ternyata menular lho! Dengan berbagi kepada sesama, kebaikan tidak akan berhenti begitu saja, justru ada ripple effect untuk menjangkau kebaikan yang lebih besar Dan ada yang sangat penting dengan berbagi kebahagiaan akan menumbuhkan rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan, so apapun bentuk kebaikan nya. yuk b...