Mengelola politik adalah mengelola public mood, yang mana hak dasar masyarakat menjadi tanggungjawab yang absolut
Karena jika hal demikian tidak terpenuhi, maka tidak heran jika muncul ketidak percayaan publik terhadap pemerintah, publik akan beranggapan bahwa percuma pemilu lagi jika kebutuhan primer mereka tidak terpenuhi
Memang tidak mudah untuk memenuhi setiap hak-hak dasar publik, ambil contoh keadilan hukum di Indonesia yg masih saja tebang pilih, tumpul ke atas tajam ke bawah, atau misalnya hak dasar bahwa setiap warga negara yg berada diambang garis kemiskinan seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah sebagaimana amanah konstitusi kita didalam UUD 1945
Kasus Novel Baswedan hingga kini belum juga terungkap siapa dalang dibaliknya, kasus² yang menyangkut hak asasi manusia belum juga tuntas, padahal bukti² sudah ada, siapapun bisa berasumsi atas ketidak jelasan penanganan kasus² HAM di Indonesia
Kekayaaan sumber daya alam yang melimpah ternyata belum mampu berdampak positif bagi masyarakat Indonesia, bahkan sumber daya alam kita di ambil alih oleh asing
Kasus PLTB Baturraden, perusahaan asal jerman yg mengeruk sebagian tanah dikaki gunung Slamet mendapat pertentangan keras dari masyarakat akibat dampak yg ditimbulkan lumpur² kotor turun ke sungai², ke tempat pemandian alam masyarakat, sejak dilakukan pengeboran tanah dari awal hingga sekarang ternyata belum ditemukan geotermal yang mereka cari, bahkan rencananya mereka akan pindah posisi pengeboran di sisi selatan gunung Slamet yaitu area Pemalang
Apakah masyarakat tidak boleh menyuarakan aspirasinya di negara sendiri? Kemarin baru saja terjadi kasus E-KTP milik imigran China yg viral, pada saat masyarakat belum mendapat E-KTP karena alasan Blangko nya habis/tidak ada, ternyata mereka yang bukan asli WNI mendapatkan E-KTP dengan mudahnya
Masalah yang ada ditengah² masyarakat tidak bisa lepas dari kondisi politik kita yang semakin hari semakin meruncing, dan disinilah menjadi wajar ketika masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap politik
Kasus petani asal Kendeng Rembang yang meninggal dunia akibat demo didepan Istana Presiden dengan dipasung kakinya menggunakan semen luput dari perhatian media, para petani di Kendeng ini menolak di dirikannya pabrik semen diatas lahan sawah yang sejatinya menjadi sumber mata pencaharian mereka setiap hari
Kasus kebakaran hutan yang berhektar-hektar juga masih menjadi persoalan serius. ada juga kasus penolakan warga Kulonprogo Yogyakarta atas didirikannya Bandara NYIA diatas lahan-lahan pertanian dan rumah mereka. Warga menolak dan menangis histeris akibat penggusuran keji oleh aparat.Tangisan-tangisan mereka tak didengar oleh pemegang kebijakan.
Kasus kebakaran hutan yang berhektar-hektar juga masih menjadi persoalan serius. ada juga kasus penolakan warga Kulonprogo Yogyakarta atas didirikannya Bandara NYIA diatas lahan-lahan pertanian dan rumah mereka. Warga menolak dan menangis histeris akibat penggusuran keji oleh aparat.Tangisan-tangisan mereka tak didengar oleh pemegang kebijakan.
Dengan ini rakyat sering dijadikan kambinghitam oleh elit disetiap kasus-kasus yang muncul ditengah masyarakat
@zuhalqolbi
(Bumiayu, 2019)
Comments
Post a Comment