Stigma politik ditengah² masyarakat memang masih banyak dipandang negatif, bahwa politik itu kotor, isinya korupsi, para elit politik tidak memberikan contoh yang baik, politisi tidak memberikan kontribusi aktif bagi masyarakat, dan lain sebagai nya
Sehingga dari hari ke hari kita sering dipertontonkan drama² politik layaknya drama korea, mungkin lebih kejam dengan aktor² politiknya
Sebetulnya sebagai manusia kita tak bisa lepas dari istilah politik secara umum, karena setiap manusia punya kepentingan masing² utk memenuhi hajat hidupnya
Namun berbeda dengan politik praktis, inilah alat kekuasaan yang siapapun punya potensi berbuat semena mena
Tergantung siapa pemegang kekuasaan itu, jika politisinya jahat ya politik akan menjadi kejam, jika politisinya baik ya politik akan menjadi bermanfaat
Terlepas dari kita sedang menghadapi Pilpres atau tidak, yang lebih penting adl masa depan Indonesia harus cerah
Karena tujuan politik melalui pemilihan yg kita lakukan adalah agar kita tidak lagi melihat tetangga kita kelaparan, kita tdk lagi melihat anak² putus sekolah, kita tidak lagi melihat pemuda² kita menganggur, kita tdk lagi melihat saudara² kita tdk mampu membayar biaya rumah sakit
Kita akan melihat kenyataan Indonesia masa depan adalah tentang kesejahteraan, senyum lebar anak² dan cucu² kita merasakan buah kerja keras kita menjaga dan merawat Indonesia
Politik hanyalah alat agar seseorang memiliki kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat, disinilah kita wajib memilih mereka² yg akan membuat kebijakan yg bermanfaat bagi kita
Kita boleh membenci orang² yang menyalah gunakan kekuasaan utk hasrat pribadi dan golongannya saja, tapi mau tidak mau kita harus menyelamatkan masa depan anak cucu kita kelak, dengan memilih siapa yg sepantasnya kita pilih untuk memberikan apa yg Indonesia butuhkan
Golput memang bukan merupakan pelanggaran hukum kita, tapi apakah kita akan diam saja jika para elit yang berkuasa berbuat semena² dg kekuasaannya
Politik akan bermanfaat jika berada ditangan org baik, politik akan kejam jika berada ditangan orang jahat
@zuhalqolbi
(Bumiayu, 2019)
_____

Comments
Post a Comment