Skip to main content

Part 2 - IDEALIS atau REALISTIS (Opini)

Ekpektasi ketika kuliah atau baru banget lulus kuliah memang bisa dibilang idealis, harus bekerja sesuai bidang jurusannya, tapi ada yang tau kenapa kok masih banyak orang yang setelah kuliah ternyata disaat bekerja mereka tidak mendapat pekerjaan atau tidak bekerja sesuai jurusan atau kualifikasinya saat kuliah

Banyak kok faktornya, toh mereka sebenarnya adalah kaum terpelajar, akal budinya senantiasa di asah utk melahirkan kreatifitas dan inovasi, bagaimana mungkin mereka belajar terus menerus sejak usia dini hingga menginjak dewasa namun mereka masih kehilangan arah hidupnya, ada kah yang salah dengan sistem pendidikannya. Atau mungkin tergantung individu nya saja

Angka pengangguran di Indonesia masih banyak lho, dan ini bukan sekedar tanggungjawab pemerintah saja, semuanya memilik kewajiban pada porsi nya masing², pemerintah punya kebijakan, warga negara pun harusnya punya keahlian agar selalu memberikan kontribusi aktif melahirkan inovasi dan kreatifitas

Mereka yang tidak mampu bersaing sudah pasti akan kehilangan arah, jika hanya mengandalkan ijazah apa bisa? Bisa saja sih kalo melamar diperusahaan milik keluarga atau sanak saudara, tapi yang seperti itu angka nya kecil dibanding banyaknya wisudawan setiap tahunnya di Indonesia

Beberapa rekan saya curhat bingung mau dilulusin cepet tapi takut jadi pengangguran, ya memang hidup yang penuh tantangan ada setelah lulus kuliah, mereka harus mampu bersaing dengan jutaan sarjana pasca kelulusan, hanya mereka yang tahan banting dan memiliki keahlian yang mampu bertahan

Mau melanjutkan studi master pun harus punya keahlian di bidang keilmuan yang akan diambil, bagi cowok mau menikah pun harus punya modal, memangnya mau memberi ijazah kuliah buat makan istri dan anak?

Masih bingung kan mana yang harus idealis mana yang harus sesuai realita?

Kita sering terjebak bagaimana harus memposisikan diri dalam hal hal yg seharusnya idealis dan hal hal yang memang realistis. Dan itu yang membuat kita sering kehilangan arah dalam bersikap menghadapi setiap kondisi di depan mata

Memang kita harus terus memiliki impian dan cita² agar kualitas diri meningkat dan akan merasa puas pada setiap titik capaian yg sudah dilakukan. Namun kita perlu tahu kondisinya, kita harus mengenal medan untuk step by step jalan menuju impian itu. Strategi yang mana yang tepat yg harus kita gunakan

Ada yg selesai kuliah mau melanjutkan studi lagi, ada yg mau menikah, ada yg mau menjadi pengusaha, ada yg mau nyari pekerjaan di perusahaan profit, dan lain sebagai nya

Jika kita percaya pada usaha dan doa, sebetulnya tidak akan ada yang sia², karena kita hanya menggantungkan diri pada yang Maha Kuasa. Sepintar apapun kita, kalau Allah tidak mengizinkan ya tidak akan terjadi. Semuanya terjadi atas kehendakNya

Masalah ekonomi memang sering menjadi momok bagi kita yang akhirnya membuat kita stress dan takut, bisa jadi usaha kita belum maksimal, atau bisa jadi kita kurang dekat dengan Allah, nikmati setiap proses yang sudah menjadi ketetapanNya

Kita perlu tahu proporsinya dalam kondisi seperti apa harus idealis dan seperti apa harus realistis, dan yang terpenting pangkal dari setiap yg kita lakukan adalah atas IzinNya

@zuhalqolbi

(Purwokerto, 2018)

Comments

Popular posts from this blog

Part 14 - ATOMIC HABITS (Opini)

Kebiasaan-kebiasaan yang berulang setiap saat akan berdampak besar pada 'siapa' kita kelak. Siapapun kita, profesi apapun, usia berapapun kita saat ini, latar belakang bagaimanapun kita, adalah proses panjang akibat kebiasaan yang terus menerus berulang hingga menjadi 'apa' kita hari ini 'You are what you do!' Kamu adalah apa yg kamu lakukan, kalo kita bermalas-malasan ya kita adalah seorang pemalas, kalau kita membaca buku ya kita adalah pembaca buku, kalau kita menulis ya kita adalah penulis, kalau kita tidak melakukan apapun ya kita tidak akan jadi apapun Proses panjang pasti terjadi dan harus siap menghadapi segala resiko dan masalah yang ada didepan mata. Belajar lah dari kesalahan, habiskan kegagalan kita selagi masih ada kesempatan Lakukan hal-hal sederhana setiap hari, misalkan merapihkan tempat tidur di pagi hari, beribadah, membersihkan rumah, membaca buku, menyapa dan tersenyum dg orang sekitar, sedekah atau membantu org yg membutuhkan dan banyak hal ...

Part 16 - SEBUAH KISAH

Ada sebuah kisah di negeri yang nun jauh disana, kisah tentang kasih sayang Pemilik Alam Semesta terhadap penduduknya. Kisah yang menceritakan betapa dahsyat nya Allah Swt menyayangi hamba-hambaNya dengan musibah yg bisa menjadi teguran dan bisa menjadi ujian. Kisah yang menarik bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Pernah ada seorang ulama lembut nan mulia di negeri tersebut yang mengajarkan ikhlas di saat Allah memberikan musibah. Hal yg pertama yang di ucapkan adl 'Alhamdulillah'. Percaya dan menerima dg ikhlas bahwa itu takdir Allah Swt dan sbg hamba tidak ada yg bisa menolaknya. Lalu bagi scientist dan pemerhati lingkungan mengatakan bahwa perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam lah yang menjadikan musibah itu datang bertubi-tubi. Hutan di tebang, dan di bakar, persoalan sampah, perluasan lahan, kerusakan alam dimana-mana. Itu menjadi alasan kuat pandangan scientist, dan pemerhati lingkungan memberikan sudut pandang tersebut. Ternyata dalam Al-Qur'an Surat...

Part 15 - Share Your Happiness

Ada kebahagiaan yang begitu dalam pada saat kamu berbagi bukan? Letak kebahagiaan ada pada kebaikan memberi yang terbaik dari yang Tuhan titipkan Pernah merasakan demikian? Bahkan dalam konsep agama, memberi atau bersedekah adalah amalan penolak bala (keburukan), amalan yang dapat memperlipat gandakan rezeki, dan tentunya juga amalan kebaikan yang akan menolong pemiliknya di padang mahsyar kelak Namun, kita juga harus tahu bahwa secara scientist banyak ilmuwan yang meyakini perilaku peduli dengan orang lain dapat mengeluarkan endorfin pada otak sehingga akan memberikan sebuah perasaan yang positif atau bisa disebut dengan 'helper's high' Selain itu, kebaikan itu ternyata menular lho! Dengan berbagi kepada sesama, kebaikan tidak akan berhenti begitu saja, justru ada ripple effect untuk menjangkau kebaikan yang lebih besar Dan ada yang sangat penting dengan berbagi kebahagiaan akan menumbuhkan rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan, so apapun bentuk kebaikan nya. yuk b...